Idul fitri, saling memaafkan, saling berkunjung. Bagian dari tradisi hidup. Sangat menarik, apalagi ketika teman-teman lama saling berjanji untuk ketemu. Ada yang sudah menjadi guru besar. Ada yang meninggalkan negara tercinta mencari kehidupan di negeri yang jauh. Ada yang sukses besar, ada yang menikmati hidup yang mengalir begitu saja. Setiap orang memliki takdirnya sendiri-sendiri, seperti garis tangan, tak ada yang pernah sama. Tetapi ada yang selalu sama sejak dulu, kekawanan.....
Kehidupan telah melupakan sejuknya angin dan dinginnya air hujan. Lampu-lampu telah menggantikan kesenduan malam. Tetapi jiwa semakin kosong, karena, tak ada yang peduli, mengapa malam harus gelap dan hujan harus turun. Di rumah ini, tempat jiwa diasah kembali
Monday, October 12, 2009
Reuni
Idul fitri, saling memaafkan, saling berkunjung. Bagian dari tradisi hidup. Sangat menarik, apalagi ketika teman-teman lama saling berjanji untuk ketemu. Ada yang sudah menjadi guru besar. Ada yang meninggalkan negara tercinta mencari kehidupan di negeri yang jauh. Ada yang sukses besar, ada yang menikmati hidup yang mengalir begitu saja. Setiap orang memliki takdirnya sendiri-sendiri, seperti garis tangan, tak ada yang pernah sama. Tetapi ada yang selalu sama sejak dulu, kekawanan.....
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
0 komentar:
Post a Comment